Pengalaman di Ideabox 2014 Batch 2

Jpeg

Wah, sudah lama sekali ya saya tidak posting, terakhir posting yaitu membuat game Android : Tebak Gambar Clone pada tanggal 3 September 2014. Jadi apa yang saya lakukan dari tanggal tersebut ? Yep, jadi beberapa waktu lalu saya dan teman-teman team Phloemer Alhamdulillah berkesempatan masuk Bootcamp di event Indosat Ideabox 2014 batch 2

Apa itu Ideabox ? Semacam program inkubasi dan akselerator untuk startup gitu deh, selengkapnya lihat di situs resmi Ideabox. Dan Phloemer menjadi salah satu 18 finalis yang masuk kedalam Bootcamp yang diadakan selama 2 hari di gedung Indosat Jakarta Pusat.

Jadi, apa itu Phloemer ? Phlomer adalah sebuah aplikasi yang menghubungkan pelaku bisnis lokal dengan konsumen. Selengkapnya silahkan kunjungi landing-pagenya di http://phloemer.com. Ide awalnya sederhana, ingin menghadirkan direktori bisnis lokal yang interaktif. Jadi ceritanya dulu selagi saya masih di jogja saya sempat kebingungan mencari toko oleh-oleh bakpia yang bagus untuk dibawa ke kampung halaman. Akhirnya saya coba googling dan google menampilkan beberapa query hasil pencarian Local Bussinesnya. Dari situlah awal idenya muncul, akhirnya saya menghubungi teman saya Jeni Roxy yang memang sudah lama berkecimpung di dunia web design untuk membicarakan konsep itu. Setelah proses panjang, penentuan konsep, nama dan sebagainya akhirnya disepakatilah nama Phloemer. Di awal-awal setelah menentukan konsep memang sepertinya kami sangat bersemangat mengerjakan project ini, ikut beberapa program inkubasi seperti Indigo Incubator dan even-event sejenisnya namun tetap saja tidak lolos. Dari situ kami sepakat untuk develop dulu aplikasinya secara mandiri, persoalan lainnya bahwa diantara kami bukan web developer, saya sendiri sedikit mengerti tentang developing aplikasi Android, dan Jeni seorang UI/UX & web designer. Akhirnya beberapa bulan dari situ kami (khususnya saya) tidak memiliki progres yang signifikan, sampai akhirnya Jeni kembali ke kampung halamannya di sukabumi dan saya tetap di jogja dan lebih fokus belajar hal-hal ian. Semua urusan Phloemer saya serahkan kepada Jeni, kemudian dia mengajak dua orang temannya untuk bergabung bersama Phloemer; Alfian dan mas Aknal. Alfian bertugas sebagai engineer dan Aknal sebagai Marketing. Sejak tim baru dibentuk, kami mulai mencari-cari investor dan mengirimkan proposal ke event-event entrepreneur. Namun sepertinya nasib baik masih belum berpihak. Kamipun sepakat untuk kembali ke rencana sebelumnya, develop dulu seadanya. Kemudian Jeni menghubungi Garry, seorang web developer muda untuk membatu develop project Phloemer sebagai back-end developer.

Singkat cerita Jeni kemudian mencoba submit proposal ke Ideabox dan akhirnya kami lolos ke 18 besar dan harus ikut ke Bootcamp selama 2 hari untuk memperebutkan 6 besar yang akan diambil dalam proses inkubasi oleh Indosat. Disepakatilah 5 orang yang ikut ke bootcamp; saya, Jeni, Alfian, Aknal dan gan Ryo. Ryo adalah marketingnya MetroworldHost yang di-CEO-in Alfian dan akan membantu kami dalam proses pitching. Seminggu sebelum hari H kami mendapat tugas yang bisa dikatakan cukup banyak dari pihak Ideabox, tugas tersebut harus sudah selesai pada hari H. Akhirnya atas saran Jeni saya berangkat seminggu lebih awal dan menginap di sukabumi ditempat Jeni untuk membantu mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.

Tugaspun dapat dikerjakan tepat waktu, meskipun harus begadang segala macem. Oiya, dalam pengerjaan tugas ini kami dibantu oleh beberapa rekan, yaitu Rae pada saat pembuatan video wawancara consumer dan Agung untuk coding Landing Pagenya.

 

Dan inilah kami, Phloemer Team!. Hari H pun tiba, setiap team mendapatkan spot yang nantinya akan digunakan sebagai tempat dimana team didatangi oleh para mentor. Kamipun harus memilih mentor mana saja yang akan kami undang ke spot kami dengan cara menandai pada profil mentor yang berada pada mading yang terletak disekitar bootcamp.

Para mentor mempunyai latar belakang yang bermacam-macam, panitia menyarankan untuk memilih yang profilnya mendekati dengan bidang startup kita, walaupun nantinya para mentor-mentor ini tetap akan datang ke spot kita untuk menanyakan beberapa pertanyaan tentang startup yang kita ajukan. Mentor-mentor terdiri dari mentor dalam negeri dan luar negeri. Setiap mentor membawa map yang berisi catatan dari setiap pertanyaan yang mereka tanyakan, mungkin sebagai indikator penilaian. Acarapun dimulai dengan pembukaan dari pihak Indosat dan Mountain SEA Ventures sebagai pihak ketiga. Di Ideabox ini memang diwajibkan memakai bahasa inggris, sehingga mau tidak mau nantinya setiap kegiatan seperti sambutan, materi, mentor visit, pitching, dll memakai bahasa inggris. Well, that is big problem bagi saya yang bahasa inggrisnya belepotan. Setiap mentor hampir 80% memakai bahasa inggris, saya menyesal tidak belajar bahasa inggris dengan baik. Ada banyak sekali ilmu yang mungkin bisa didapat dan ditanyakan kepada para mentor jika bahasa inggris saya fasih. Setelah pembukaan, kemudian ada acara penjelasan kegiatan-kegiatan yang disampaikan oleh Andi Zain, plus kamipun diharuskan menggunakan kaos Ideabox dengan tulisan “Getting the Sh*t done!”.

Dalam acara Ideabox 2014 ini pesertanya tidak hanya dari startup Indonesia saja, ada juga beberapa dari startup luar seperti singapura, bahkan ada yang dari amerika seperti team dari Shirkah ini :

Begitu juga para mentornya. Namun ada yang unik, disaat mentor asal Indonesia dalam menyampaikan sambutan atau materi memakai bahasa inggris J.P. Ellis dalam materinya malah memakai bahasa Indonesia 😀

Bootcamp ini dibagi menjadi dua hari dengan agenda-agenda yang berbeda. Yang jelas mentor visiting dalam dua hari tersebut memang terjadwalkan dan kami diharuskan mendapatkan tanda tangan mentor sebanyak mungkin. Pada event tersebut para mentor bisa dikenali dengan tali tagname warna merah, dan peserta dengan warna kuning. Ini salah satu foto ketika mentor mendatangi tim Phloemer :

Begitu juga pitching, pitching dilakukan dalam dua hari. Pitching boleh menggunakan bahasa inggris atau bahasa Indonesia. Namun jika ingin menggunakan bahasa Indonesia, maka slidenya harus memakai bahasa inggris supaya bisa difahami oleh mentor dari luar negeri. Ini foto gan Ryo sedang pitching pada hari pertama :

Setelah semua team melakukan pitching, tiap tema membubuhkan score untuk setiap tim lain yang tampil. Kemudian nanti scorenya akan menjadi Peers Choice, dan Alhamdulillah Phloemer berada pada posisi 3 besar pada hari pertama dalam kategori Peers Choice. Sempat seneng, namun setelah diperhatikan apa pengaruhnya pada hasil akhir ? Peers Choice hanyalah rank berdasarkan suara terbanyak dari peserta, ibaratnya “Okelah, sebagai hiburan dan penyemangat saja.” sedangkan putusan akhir ada ditangan juri setelah melihat kalkulasi dari tugas-tugas beserta parameter lain yang mungkin hanya mereka yang tahu. Terbukti dengan mentors choice di akhir acara yang sangat jauh sekali dengan hasil peers choice. Hari pertamapun ditutup dengan beberapa tugas yang harus dikumpulkan besoknya. Oke, sepertinya ini menguji ketahanan begadang kami!

Dan hari keduapun tiba. Seperti hari sebelumnya kami disediakan food spot yang bisa peserta ambil selama acara berlangsung. Hari pertama dimulai dengan Peer visit, jadi setiap tim harus mengunjungi tim lainnya kemudian menilai dan memberikan masukan untuk tim lainnya. Seperti foto gan Ryo ini pada saat mengunjungi tim Hartaku :

Pada pitching hari kedua harus benar-benar meyakinkan, soalnya sebelum masuk sesi pitching kami diberi pembekalan terlebih dahulu bagaimana membuat slide yang baik, tehnik pitching yang baik dan sebagainya. Juga karena si empunya acara yaitu direktur Indosat langsung hadir dalam sesi Pitching tersebut. Berikut cuplikan Pitching dari Phloemer team :

Setelah semua team selesai Pitching, kami disuruh menunggu beberapa menit untuk mengumumkan team mana saja yang akan menuju babak 8 besar. Pengumumanpun berlangsung, dan sayang sekali Phlomer bukan salah satu nama yang disebutkan dewan juri dalam 8 besar. Semangat kami seketika menurun. Namun kami sadar, hasil selalu akan berbanding lurus dengan usaha. Jika melihat team-team lain, team kami terbilang paling muda baik dari segi umur peserta maupun umur startupnya. Mungkin pengalaman kami belum terlalu banyak dan belum sangat maksimal dalam melakukan setiap progres. Ditambah lagi startup kami baru prototipe, belum menjadi sebuah produk, sehingga agak sedikit susah meyakinkan para mentor dan akan memakan waktu cukup lama mengingat startup yang kami usulkan memang memiliki banyak sekali fitur dan lamanya waktu development akan menjadi salah satu nilai  minus tersendiri.

Setelah acara selesai kamipun diharuskan menggati kaos yang tadinya bertuliskan “Getting the sh*t Done!” menjadi “I’ve got my sh*t Done!” yang menandakan bahwa acara Ideabox 2014 batch 2 sudah berakhir.

Kamipun pulang ke tempat masing-masing, sayapun kembali lagi ke jogja. Walaupun belum berhasil, bagi saya ini salah satu pencapaian karena bisa bertemu langsung dengan orang-orang yang sangat inspiratif. Dan bagi sebagian orang ini juga merupakan salah satu mencari koneksi, hal itu ditandai dengan mnegumpulkan dan saling tukar kartu nama tentunya. 😀

Setelah pulang dari ideabox ini akan banyak sekali perubahan-perubahan yang mungkin akan kami terapkan pada project Phloemer. Masukan-masukan dari para mentor merupakan suatu suggest yang sangat positif untuk langkah kami kedepannya, namun dengan catatan harus Fokus! Fokus itulah yang membuat saya harus dengan berat hati meninggalkan Phloemer. Setelah saya mendapatkan pengumuman kelulusan diterima pada program D4 TKJMD ITB-Seamolec untuk studi lanjutan dari D3, saya harus memutuskan dimana saya akan fokus. Ini tidak bisa dikerjakan secara bersamaan jika hasilnya ingin maksimal. Keduanya memang sangat berpeluang bagi langkah saya selanjutnya, namun setiap orang pasti memiliki prioritas, begitupun saya. Akhirnya dengan beberapa pertimbangan dan alasan lainnya, sudah diputuskan untuk mundur dari project Phloemer dengan segala resikonya. Saya hanya bisa berharap Phlomer ini bisa cepat terealisasi dan bisa menjadi solusi positif bagi para pelaku lokal bisnis di Indonesia. Semangat, maju terus!

 

[social_share style=”square” align=”horizontal” heading_align=”inline” facebook=”1″ twitter=”1″ google_plus=”1″ linkedin=”1″ pinterest=”1″ /]

Related Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *